GoodFriends, kalian ngerasa nggak sih? Semenjak kuliah ataupun kerja lo dan sahabat jadi nggak terlalu sering ngobrol atau ketemu, tapi sekalinya ketemu, rasa yang kalian miliki tetap sama-sama seru, ngga ada yang beda? 

Nah kalau kayak gitu, berarti GoodFriends harus bersyukur karena punya Low Maintenance Friendship, dimana kalian nggak harus ngobrol atau ketemuan setiap setiap hari, tapi tetap sehati dan sefrekuensi. Kira-kira apa lagi sih tanda-tandanya? Simak yuk!

  1. Kalian sama-sama fokus sama hidup sendiri tanpa takut persahabatan kalian rusak. Dia lagi kejar mimpi dia buat jadi designer, sementara lo lagi suka adventure. Sesekali kalian bakal tetep kasih update tentang hidup masing-masing, tapi nggak ngerasa kayak kehilangan koneksi sama sekali.
  1. Kalian nggak punya ekspektasi apa-apa ke satu sama lain. GoodFriends dan sahabat nggak punya friendship rules yang harus ketemuan sebulan dua kali, harus bisa jawab telfon atau chat yang bikin persahabatan kalian ribet.
  1. Selalu ada buat satu sama lain. Meski jarang komunikasi, setiap sahabat lo butuh seseorang, lo bakal ada di sana, begitu juga sebaliknya. 
     
  2. Catch-up session jadi makin seru! Banyak hal yang lo dan sahabat bisa obrolin sekalinya ketemu, ngobrol soal life update, life goals, bahkan sampe gossip berjam-jam pun tetap seru dan nggak garing.
  1.     Kalian menghargai privasi dan keputusan satu sama lain. Saling mengerti kalau kalian dua orang yang berbeda dan tetap menghargai privasi atau keputusan yang ada di kehidupan satu sama lain.

So, apa GoodFriends juga punya Low Maintenance Friendship sama sahabat?

 

Sumber: 

https://www.idntimes.com/life/relationship/annisa-nur-fitriani-1/hubungan-low-maintenance-c1c2

https://www.cosmopolitanme.com/life/224-11-reasons-why-low-maintenance-friendships-are-the-best