Kayak hidup yang banyak rasa, tradisi Idul Fitri di Indonesia juga ada banyak banget ragamnya. Hal ini terbukti dari tradisi yang ada untuk merayakan Idul Fitri dari Sabang sampai Merauke, lho. Nggak percaya? Kuy intip tradisi-tradisi Lebaran berikut ini!

1. Ziarah Makam di Hari ke-12

Kalau yang biasanya ziarah makam udah dimulai dari beberapa hari menjelang bulan Ramadhan atau Idul Fitri, beda lagi dengan di Aceh. Warga Desa Pasi di Kabupaten Aceh Barat, berziarah ke makam dan makan bersama keluarga di hari ke-12 setelah Hari Raya Idul Fitri. Masing-masing akan membawa masakan, nasi, dan aneka kue khas Aceh setelah melakukan ziarah dan ritual.

2. Berbagi Hidangan

Di setiap Hari Raya Idul Fitri, tradisi Ngejot dilakukan di Pulau Dewata. Dalam tradisi ini Nyama Selam (saudara dari kalangan Muslim) akan membagikan hidangan kepada tetangga tanpa mempedulikan latar belakang agamanya. Begitu juga sebaliknya saat umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan, mereka juga akan membagikan hidangan kepada tetangganya tanpa memperhatikan perbedaan agama dan latar belakang masing-masing. Salut ya, GoodFriends!

3. Perang Ketupat

Idul Fitri memang selalu identik dengan ketupat, namun di Lombok ketupat nggak cuma jadi makanan khas Lebaran aja. Dalam tradisi Perang Topat, warga akan saling melempar ketupat setelah selesai berdoa dan berziarah. Tradisi ini juga merupakan simbol kerukunan umat Hindu dan Islam karena peserta perang ini adalah umat Hindu dan Islam di sana, lho.

4. Hadrat Keliling Kota

Bagi warga Kaimana, Papua Barat, Idul Fitri adalah saatnya melakukan hadrat keliling kota. Mulai dari yang muda sampai tua akan berkumpul dan berkeliling kota sambil menari dan diiringi lantunan shalawat dan musik hadrat. Tradisi yang biasanya dilakukan di hari kedua Idul Fitri nggak cuma dilakukan warga Muslim aja, lho. Umat Kristiani di Kaimana pun ikut berpartisipasi dalam rombongan musik dan memainkan tifa, alat musik khas Papua. Jadi saling membantu dan menghargai satu sama lain. Nice!

Gimana, GoodFriends? Seru banget ya keberagaman yang Indonesia miliki? Bahkan perbedaan budaya, suku, dan agama nggak menjadi masalah di sini dan justru menunjukkan rasa toleransi dan saling menghargai satu sama lain. Salut banget!! Semoga tradisi dan kerukunan ini tetap bisa dijalankan sampai masa yang akan datang ya.